Keterampilan Bertanya dan Penguatan

MENINGKATKAN KETERAMPILAN

BERTANYA DAN MEMBERI PENGUATAN BAGI GTT SMK

MELALUI TEKNIK SUPERVISI PERTEMUAN ORIENTASI

 

Oleh: Syahdiardin

(Pengawas SMK Kab. Batang Hari Prov. Jambi)

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar  Belakang Masalah

Pembelajaran merupakan  kegiatan yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Oleh sebab itu guru harus berupaya agar siswa aktif belajar. Guru harus menciptakan suasana belajar yang membuat siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Jika guru yang aktif mengajar dengan berceramah saja, maka siswa akan menjadi bosan, mengantuk, dan pasif (Slameto, 2003).

Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran adalah dengan menerapkan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Keaktifan siswa menurut pendekatan ini dilakukan pada paroses merencanakan, melaksanakan, dan menilai proses pembelajaran. Sedangkan keaktifan siswa secara nyata diharapkan akan nampak saat proses pembelajaran berlangsung, baik berupa keterlibatan fisik maupun intelektual (Dimyati dan Mujiono, 2009).

Pada pendekatan CBSA pembelajaran berpusat pada siswa sehingga guru harus mengeksplorasi kemampuan siswa misalnya melalui proses eksplorasi. Eksplorasi kemampuan siswa diantaranya dapat dilakukan dengan metode tanya jawab. Metode tanya jawab menurut Yamin (2008) dapat memusatkan perhatian siswa pada kemajuan yang sudah dicapai, menyelingi pembicaraan untuk mengaktifkan siswa, dan mengarahkan pengamatan dan pemikiran siswa.

Penggunaan metode tanya jawab dapat menjauhkan guru dari menganggap siswa hanya sekedar sebagai bahan baku (instrumental input) semata yang yang tidak berdaya yang harus diproses (diajar) dengan diceramahi ntuk menjadikannya barang jadi (tamatan). Pemberian pertanyaan kepada siswa pada dasarnya untuk menggali pengetahuan siswa tentang materi yang sedang dipelajari. Sehingga pemberian perta-nyaan kepada siswa sangat bermanfaat dan berfungsi untuk nemberikan penghargaan atas pengetahuan yang sudah dimilikinya.

Penghargaan dan kebutuhan untuk dihargai sangat penting artinya dalam proses membelajarkan siswa. Menurut Glasser dalam  Reality Therapynya (Joyce dan Weil, 1972) mengungkapkan, bahwa permasalahan kemanusian pada umumnya  disebabkan oleh kegagalan pemenuhan kebutuhan dasar manusia, dicintai  dan dihargai. Cinta dan harga diri secara bersama-sama memberi jalan sukses. Dalam konteks kelas, rasa cinta dapat dilihat dari tanggung jawab sosial, tanggung jawab membantu dan mempedulikan satu sama lain. Glasser meyakini, bahwa kegagalan di sekolah desebabkan oleh kegagalan menciptakan hubungan konstruktif dan penuh kehangatan dalam mencapai upaya keberhasilan, bukan disebabkan kegagalan menampilan profil akademis.

Penghargaan dalam proses pembelajaran dapat diwujudkan dalam bentuk pemberian penguatan berupa pujian atau komentar positif lainnya kepada siswa. Jika setiap jawaban siswa atas pertanyaan guru memperoleh pengutan yang baik dan posistif, maka kondisi ini akan mendorong terciptanya CBSA sekaligus rasa dihargai pada diri siswa. Oleh sebab itu guru perlu menguasai keterampilan bertanya dan pemberian penguatan.

Hasil pengamatan  khusus yang dilakukan pengawas sekolah terhadap Guru Tidak Tetap (GTT) pada  dua SMK negeri di Kabupaten Batang Hari (data pada tabel 1.1) dalam semester genap Tahun Pelajaran 2010/2011 menunjukkan, bahwa:

1.   Semua GTT dengan latar belakang pendidikan D-III non keguruan tidak menerapkan metode tanya  jawab dan tidak melakukan penguatan saat mengajar. Pertanyaan guru hanya sebatas bertanya apakah siswa sudah mengerti atau belum.

2.   GTT berpendidikan terakhir S-1 non keguruan dan D-III keguruan melakukan tanya jawab dengan siswa hanya pada saat melakukan apersepsi dan menutup pelajaran. Jawaban siswa jarang direspon guru untuk melakukan penguatan.

3.    GTT berpendidikan terakhir S-1 keguruan sudah melakukan tanya jawab pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Jawaban siswa sudah direspon dengan penguatan berupa pujian.

4.    GTT tidak menerapkan metode tanya jawab dan tidak mampu memberikan penguatan karena kurang memahami keterampilan bertanya dan pemberian penguatan.

Tabel 1.1 Data GTT SMK Negeri Kabupaten Batang Hari *)

No.

Nama Sekolah

DIII

S1

S2/S3

Jumlah GTT

Keguruan

Non Keguruan

Keguruan

Non Keguraun

1.

SMK Negeri 1

1

2

8

2

13

2.

SMK Negeri 2

1

6

1

8

Jumlah

1

3

14

3

21

*) diramu dari laporan bulanan sekolah

Faktadari permasalahan  di atas menunjukkan, bahwa dibutuhkan usaha untuk meningkatkan kemampuan keterampilan bertanya dan pemberian penguatan bagi GTT pada SMK negeri di Kabupaten Batang Hari, khususnya untuk GTT berlatar belakang pendidikan D-III dan GTT berpendidikan terakhir S-1 non keguruan.

Guru-guru tersebut adalah guru-guru yang kurang mengenal, bahkan sebagian besar tidak  pernah mempelajari metode mengajar. Oleh sebab itu peningkatan kemampuan keterampilan bertanya dan pemberian penguatan bagi mereka dilakukan melalui teknik supervisi pertemuan orientasi.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah mendasar pada penelitian tindakan ini adalah rendahnya kemampuan GTT dalam menerapkan keterampilan bertanya dan pemberian penguatan. Berangkat dari permasalahan mendasar tersebut, maka pertanyaan yang harus dijawab sebagai rumusan masalah penelitian tindakan ini adalah: “Apakah teknik supervisi pertemuan orientasi dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan bertanya dan pemberian penguatan bagi GTT SMK negeri di Kabupaten Batang Hari?”

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan, bahwateknik supervisi pertemuan orientasi dapat meningkatkan kemampuan keterampilan bertanya dan pemberian penguatan bagi GTT SMK negeri di Kabupaten Batang Hari.Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi pengawas dapat meningkatkan kemampuan membimbing guru dalam layanan bimbingan akademik.

2. Bagi guru dapat meningkatkan kinerjanya, terutama keterampilan bertanya dan pemberian penguatan.

3. Bagi sekolah dapat meningkatkan kinerja proses pembelajaran.

4. Bagi peserta didik akan memperoleh proses pembelajaran yang lebih berkualitas.

 

This entry was posted in Karya Tulis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s